Bab 3

Amplop Cokelat

Raka menyimpan amplop cokelat itu di bawah tumpukan buku. Isinya surat pemberitahuan bahwa ia lolos seleksi beasiswa pertukaran pelajar ke Malang selama satu semester. Biayanya ditanggung, kecuali uang saku dan tiket.

Dulu ia membayangkan menunjukkan surat itu sambil berteriak senang. Sekarang ia hanya membayangkan wajah Ayah yang menghitung ulang uang belanja di meja makan.

"Kak, kok melamun terus?" Tia menyodorkan setengah pisang goreng. "Ibu bilang kalau melamun kelamaan nanti kesambet tugas."

Raka tertawa kecil. Adiknya selalu salah mengutip peribahasa dengan cara yang menyenangkan.

Malam itu ia menulis surat penolakan. Kalimatnya sopan dan rapi. Ia menyimpannya di dalam amplop yang sama, berniat mengirimkannya besok pagi.

Yang tidak ia ketahui, Ibu melihat amplop itu ketika membereskan kamar. Ibu membacanya, menghela napas panjang, lalu mengembalikannya ke tempat semula tanpa suara.

Komentar (0)

Masuk untuk ikut berkomentar.

© 2026 Goresan Pena93 · Tempat cerita bertumbuh. Peringkat · Jadi Penulis

Versi pratinjau — data dan pembayaran masih mode simulasi.